Minggu, 09 Oktober 2011

musik pengiring kerja

Musik untuk mengiringi para karyawan yang sedang bekerja disebut musik pengiring kerja ( Nasution, 1998 ). Musik dalam kerja diharapkan dapat meningkatkan kegairahan dan kesegaran. musik pengiring kerja dapat berefek stimulus dan meningkatkan pelaksanaan kerja, khususnya pada pekerjaan yang monoton ( Nasution, 1998 ). banyak perusahaan atau pabrik yang memberikan musik pengiring kerja untuk para karyawannya, dan para karyawan tersebut menerimannya. musik di tempat kerja dapat membantu menciptakan atmosfer yang menyenangkan, yang secara tidak langsung dapat menggairahkan kerja.
Uhrbrock ( Tiffin dan McCormick, 1965 ) menyatakan beberapa hal yang berkaitan dengan musik pengiring kerja, yaitu :
1. Perasaan euphoria selama adanya stimulus musik mempunyai dasar fisiologis yang dibuktikan dengan perubahan tekanan darah yang terjadi pada beberapa karyawan saat mendengarkan musik
2. Para karyawan pabrik lebih senang bekerja dengan iringan musik dari pada bekerja tanpa musik
3. Para karyawan yang berusia muda, belum berpengalaman, dan melakukan pekerjaan yang sederhana, repetitif, dan monoton, meningkatkan output mereka pada saat musik diberikan
4. Musik instrumental lebih disukai mayoritas para karyawan pada saat bekerja dari pada musik vocal. 
Suatu program yang berbeda telah diciptakan untuk tiap-tiap hari kerja. Maurits (2004) berpendapat bahwa lebih dari empat puluh tahun yang lalu musik telah diperkenalkan pada dunia industri. Hal tersebut dikarenakan dampak positif yang dihasilkan sehingga sampai saat ini musik pengiring kerja masih tetap exist bahkan semakin dipertimbangkan pengaruhnya bagi kehidupan kerja yang manusiawi.

 Munandar, 2001. berpendapat bahwa musik pengiring kerja harus didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut:
1.       Musik dalam bekerja harus menciptakan suasana akustik yang menghasilkan efek menguntungkan pada pikiran.
2.       Musik akan bermanfaat sekali pada karyawan yang mengerjakan pekerjaan repetitif dan pekerjaan lain yang hanya memerlukan sedikit kegiatan mental.
3.       Musik tidak akan bernilai tinggi apabila ada suara atau bunyi lain yang cukup keras.
4.       Musik bernuansa gembira diperdengarkan secara singkat pada awal hari atau permulaan kerja dan akhir hari atau menjelang pulang kerja untuk membangkitkan gairah, serta diperdengarkan musik bernuansa tenang di tengah dari empat kali masing-masing selama setengah jam.
5.       Tempo musik jangan terlalu lambat dan terlalu cepat, karena tempo yang lambat dapat menidurkan sedangkan tempo yang cepat dapat mengganggu dan menciptakan ketergesaan.
Aplikasi musik pengiring kerja bisa digunakan untuk meningkatkan emosi karyawan dan resisten terhadap stres, kecemasan kerja. Sesuaikan musik pengiring kerja dengan kondisi sosial budaya karyawan di lingkungannya.

1 komentar:

  1. Selamat siang, mas Abdillah. Nama saya devina. Boleh saya minta referensi tentang musik pengiring kerja beserta sumbernya? Saya sedang menyusun tugas akhir saya tentang musik pengiring kerja. Bila mas tidak keberatan untuk membantu saya, mohon sekiranya membalas komentar saya ini, atau menghubungi saya melalui email devina.krismarina@gmail.com. Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus